Read more: http://dapur-tutorial.blogspot.com/2012/03/cara-memasang-meta-tag-pada-blog.html#ixzz2Af2hMUSN

Minggu, 21 Oktober 2012

Siswa SMK 3 Magelang Kesurupan


MAGELANG - Peristiwa kesurupan kembali terjadi di SMK 3 Magelang. Kesurupan kemarin merupakan peristiwa yang ketiga kali dalam sepekan ini. Sebelumnya siswa mengalami kesurupan Senin (15/10), Jumat (19/10), dan yang terbaru Sabtu (20/10) kemarin.
Peristiwa ketiga adalah yang terbanyak karena kesurupan menimpa sekitar 15 siswa. Peristiwa terjadi pagi hari saat siswa hendak memulai
pelajaran. Para siswa, guru, dan mahasiswa PPL dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) pun dibuat panik oleh kejadian ini.
Kejadian bermula saat anak-anak akan memulai pelajaran di kelas masing-masing. Tiba-tiba sebelum dimulai pelajaran, beberapa anak mendadak menjerit-jerit.  Awalnya hanya dua anak, tapi tak berselang lama sejumlah siswa lain turut menjerit-jerit.
Kepala SMK 3 Magelang, Drs Nisandi mengatakan tidak menyangka peristiwa itu akan berulang. Sebab, Jumat (19/10) sudah ada 9 muridnya yang kesurupan. Bahkan beberapa hari sebelumnya, Senin (15/10) kesurupan juga menimpa 6 siswa didiknya.
ìMayoritas anak putri. Tentu ini adalah keprihatikan kita bersama. Saya juga tidak tahu apa-apa soal kejadian ini,î ujarnya di sela-sela penanganan anak-anak yang kesurupan, kemarin. Mendengar kejadian itu, seorang paranormal asal Magelang datang ke lokasi dan ikut bantu memulihkan kondisi siswa yang kesurupan. Dengan berbagai cara, satu per satu siswa yang kesurupan kembali pulih.
Perkuat Psikologi
Paranormal itu menduga kesurupan terjadi karena makhluk halus penunggu sekitar sekolah banyak yang iseng. Apalagi, saat ini pihak sekolah tengah menggali beberapa lubang untuk buangan air. Beberapa lubang ternyata bekas kuburan pada masa Belanda.
“Dari pengakuan siswa yang terasuki makhluk halus, ada yang mengatakan kalau kuburan zaman Belanda tersebut sudah digali. Tapi memang, saat ini sekolah sedang menggali lubang untuk bangunan baru,” katanya.
Atas peristiwa ini, sang paranormal berencana akan menggelar doa bersama atau rukyat guna mengusir makhluk halus agar tidak lagi mengganggu siswa. Direncanakan, rukyat atau ruwatan masal ini akan dilakukan pekan depan.
Pihak sekolah masih terus berkoordinasi dengan para guru, terutama guna mengurangi dampak psikologi para siswa. Dengan bantuan guru konseling, para siswa akan diperkuat lagi psikologi dan mentalnya agar peristiwa kesurupan tidak terjadi lagi.
ìKami akan cari solusi bersama atas masalah ini. Tapi yang penting adalah sisi psikologi anak-anak kita perkuat. Sebelum belajar, selalu kita adakan doa bersama selain agar proses belajar dan mengajar lancar, juga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,î kata Nisandi.

Sumber : Suara Merdeka

0 komentar:

Poskan Komentar